NOENONI, TTS – Desa Noenoni, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), memiliki potensi pertanian yang cukup besar, khususnya di sektor persawahan. Meski menghadapi keterbatasan infrastruktur dan hanya dapat melakukan penanaman sekali dalam setahun, hasil panen padi dari wilayah tersebut mampu mencapai sekitar 200 ton setiap musim.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, luas areal persawahan di Desa Noenoni mencapai sekitar 91 hektare. Sebagian besar hasil produksi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat, sehingga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di desa tersebut selain komoditas jagung.
Kepala Desa Noenoni, Simron Nenobais, mengatakan pola tanam di wilayahnya berbeda dengan daerah lain karena kondisi geografis sawah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Menurutnya, petani justru memulai musim tanam pada saat musim kemarau dengan memanfaatkan debit air sungai untuk mengairi lahan pertanian. Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, areal persawahan sering terdampak banjir sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami.
“Setahun sekali tanam karena musim hujan tidak bisa tanam. Sawah berada di pinggir kali sehingga saat banjir lahan akan tergenang,” ujar Simron, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, meskipun hanya satu kali musim tanam dalam setahun, produksi padi di Desa Noenoni tergolong baik dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Hasil panen yang diperoleh masyarakat menjadi persediaan pangan keluarga selain hasil tanaman jagung. Ini sangat membantu ketahanan pangan masyarakat desa,” katanya.
Di balik potensi tersebut, Desa Noenoni masih menghadapi tantangan besar, yakni akses jalan yang belum memadai. Kondisi infrastruktur yang sulit membuat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian menjadi kurang optimal.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas jalan menuju sentra-sentra pertanian. Perbaikan infrastruktur dinilai akan membuka akses yang lebih baik bagi petani dalam mengangkut hasil panen sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan potensi lahan persawahan yang luas dan produktivitas yang cukup tinggi, Desa Noenoni dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu kawasan penghasil pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, asalkan didukung oleh pembangunan infrastruktur dan pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.