NOENONI, TTS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuan Naseo di Desa Noenoni, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menunjukkan perkembangan yang positif melalui usaha peternakan ayam petelur yang mulai dijalankan sejak Maret 2026.
Pengembangan usaha tersebut didukung oleh penyertaan modal dari Pemerintah Desa Noenoni sebesar Rp226.057.200 pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan 300 ekor ayam petelur sebagai langkah awal membangun usaha produktif yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa.
Saat ini, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur setiap hari. Seluruh hasil produksi dipasarkan kepada para pemilik kios di Desa Noenoni serta memenuhi permintaan dari desa tetangga, seperti Desa Pika dan Desa Pene Utara.
Direktur BUMDes Kuan Naseo, Kolo Aoetpah, mengatakan produksi telur yang dihasilkan setiap hari selalu habis terjual karena tingginya kebutuhan masyarakat.
“Telur yang kami produksi setiap hari habis dibeli pedagang maupun masyarakat. Bahkan permintaan dari luar desa juga cukup tinggi sehingga menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan usaha ayam petelur memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mempermudah pedagang mendapatkan pasokan telur, usaha tersebut juga membantu mengurangi biaya transportasi karena sebelumnya mereka harus membeli telur dari kota yang jaraknya cukup jauh.
“Pedagang sekarang tidak perlu lagi ke kota untuk mencari stok telur. Mereka bisa mendapatkannya langsung di desa dengan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Kolo juga menilai meningkatnya ketersediaan telur di Desa Noenoni memberikan manfaat bagi masyarakat dari sisi pemenuhan gizi keluarga. Konsumsi telur yang semakin mudah dijangkau diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak-anak dan mendukung upaya pencegahan stunting.
Melihat prospek pasar yang terus berkembang, BUMDes Kuan Naseo berencana memperluas usaha peternakan ayam petelur dengan menambah populasi ternak dan meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat.
Salah seorang pemilik kios di Desa Noenoni mengaku sangat terbantu dengan hadirnya usaha ayam petelur yang dikelola BUMDes. Menurutnya, pasokan telur kini lebih mudah diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berbelanja ke kota.
“Keberadaan BUMDes sangat membantu kami sebagai pedagang. Stok telur selalu tersedia dan kami tidak perlu lagi pergi jauh untuk mendapatkannya,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Noenoni berharap pengembangan usaha ayam petelur ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus menciptakan kemandirian masyarakat melalui pengelolaan usaha yang produktif. Selain meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendukung peningkatan kualitas gizi keluarga di wilayah Desa Noenoni.